Mewaspadai Reaksi Alergi pada Transfusi Darah: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

 

Mewaspadai Reaksi Alergi pada Transfusi Darah Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
Ilustrasi. (Foto : Canva)

BANKDARAH.COM - Transfusi darah merupakan prosedur medis yang umum dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang atau tidak mencukupi dalam tubuh. 

Meskipun umumnya aman, tidak jarang terjadi reaksi alergi selama atau setelah transfusi darah. 

Reaksi alergi pada transgusi darah dapat berkisar dari gejala ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa. 

Gejala Reaksi Alergi pada Transfusi Darah

Gejala reaksi alergi akibat transfusi darah bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Gatal-gatal dan Ruam Kulit: Munculnya rasa gatal, kemerahan, atau bentol-bentol pada kulit. 

  • Demam: Peningkatan suhu tubuh yang tidak disertai dengan infeksi. 

  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas atau napas pendek yang tiba-tiba.

  • Anafilaksis: Reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah drastis, kehilangan kesadaran, dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Penyebab Terjadinya Reaksi Alergi

Reaksi alergi selama transfusi darah umumnya disebabkan oleh sensitivitas tubuh penerima terhadap komponen tertentu dalam darah donor, seperti protein plasma atau zat pengawet. 

Individu dengan riwayat alergi atau yang telah menerima transfusi berulang kali memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi ini. 

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Jika terjadi reaksi alergi selama transfusi darah, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  1. Hentikan Transfusi: Segera hentikan proses transfusi untuk mencegah gejala yang lebih parah. 

  2. Pemberian Antihistamin: Obat antihistamin dapat diberikan untuk meredakan gejala seperti gatal dan ruam. 

  3. Pemberian Oksigen: Jika pasien mengalami sesak napas, pemberian oksigen tambahan mungkin diperlukan. 

  4. Penanganan Anafilaksis: Untuk reaksi berat seperti anafilaksis, pemberian epinefrin dan perawatan intensif diperlukan. 

Untuk mencegah terjadinya reaksi alergi, penting bagi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan kompatibilitas darah secara menyeluruh sebelum transfusi. 

Selain itu, riwayat alergi pasien harus dicatat dan dipertimbangkan dalam proses transfusi. 

Dengan pemahaman yang baik mengenai reaksi alergi pada transfusi darah, diharapkan prosedur ini dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif, meminimalkan risiko bagi pasien yang membutuhkan.***

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Related Posts

Posting Komentar