Mengenal Hemolisis: Arti dan Dampaknya pada Pemeriksaan Laboratorium

 

Mengenal Hemolisis Arti dan Dampaknya pada Pemeriksaan Laboratorium
Serum Darah Lisis. (Foto : HealthCentral)

BANKDARAH.COM - Hemolisis, atau yang sering disebut sebagai lisis darah, adalah proses pecahnya membran sel darah merah (eritrosit) yang mengakibatkan pelepasan hemoglobin ke dalam plasma darah. 

Dalam kondisi normal, sel darah merah memiliki masa hidup sekitar 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan dan digantikan oleh sel baru. 

Namun, pada hemolisis, penghancuran sel darah merah terjadi lebih cepat dari seharusnya. 

Penyebab Hemolisis

Hemolisis dapat terjadi karena berbagai faktor, baik yang bersifat in vivo (di dalam tubuh) maupun in vitro (di luar tubuh, misalnya saat pengambilan atau penanganan sampel darah). 

Beberapa penyebab utama hemolisis meliputi:

  • Faktor mekanis: Penggunaan jarum yang terlalu kecil saat pengambilan darah atau pengocokan tabung sampel yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah. 

  • Faktor kimia: Paparan sel darah merah terhadap zat-zat tertentu yang dapat merusak membran sel.

  • Kondisi medis: Beberapa penyakit, seperti anemia hemolitik, infeksi tertentu, atau reaksi transfusi darah yang tidak cocok, dapat memicu hemolisis.

Dampak Hemolisis pada Pemeriksaan Laboratorium

Hemolisis dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Pelepasan hemoglobin dan komponen intraseluler lainnya ke dalam plasma atau serum dapat mengganggu pengukuran berbagai parameter, seperti kadar kalium, enzim, dan bilirubin. 

Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis dan petugas laboratorium untuk mengenali tanda-tanda hemolisis dan mengambil langkah pencegahan agar hasil pemeriksaan tetap akurat. 

Upaya Pencegahan Hemolisis

Untuk meminimalkan risiko hemolisis, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan, antara lain:

  • Teknik pengambilan darah yang tepat: Menggunakan jarum dengan ukuran yang sesuai dan menghindari pengocokan tabung sampel yang berlebihan.

  • Penanganan sampel yang hati-hati: Menyimpan dan mengirim sampel darah sesuai dengan prosedur standar untuk mencegah kerusakan sel darah merah.

  • Pelatihan petugas: Memberikan pelatihan rutin kepada petugas medis dan laboratorium mengenai teknik pengambilan dan penanganan sampel yang benar.

Dengan memahami arti hemolisis, penyebab, serta dampaknya pada pemeriksaan laboratorium, diharapkan kualitas hasil diagnostik dapat ditingkatkan, sehingga mendukung penanganan pasien yang lebih baik.***

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Related Posts

Posting Komentar